Episodic Journal

Iwan Njoto Sandjaja

'Hot Button'-nya Tuhan

| Comments

Pernah mendengar istilah ”Hot Button”? Ini merupakan istilah dalam bahasa Inggris yang kalau diterjemahkan secara harafiah berarti ‘tombol panas’. Di sebuah pabrik, pada mesin-mesin besar biasanya ada tombol yang sebesar telapak tangan, berwarna merah menyala. Jika tombol itu ditekan maka proses yang penting dan signifikan akan terjadi. Itulah hot button.

Dalam ilmu komunikasi, hot button berarti suatu titik masuk, di mana jika kita mengetahuinya maka orang yang kita ajak berkomunikasi menjadi sangat bersemangat, bergairah dan berapi-api. Hot button merupakan hal terpenting bagi orang tersebut. Hal yang signifikan dan penting. Hal di mana orang yang ajak berkomunikasi menjadi sangat bersemangat, bergairah dan berapi-api karenanya. Hot Button ialah impian terbesar orang tersebut.

Teori Hot Button berkata semua orang mempunyai hot button, mempunyai hal yang sangat digemari, sangat diimpikan, hal yang yang bisa membuat dia betah ngobrol berjam-jam, impian terbesarnya.

Salah satu contoh ialah ketika kita menjadi seorang mahasiswa. Sebagai seorang mahasiswa tentunya kita pernah menemui dosen atau matakuliah yang sulit. Hari pertama kuliah, dosen langsung menuliskan di papan tulis daftar buku yang harus dibaca. Kalau kita punya cukup waktu, membaca semua daftar bacaan itu adalah baik. Namun ketika kita kuliah sambil bekerja, tentu saja kita semakin sulit mengatur waktu.

Nah, sesuai dengan teori Hot Button, dosen tentunya juga mempunyai ‘tombol panas’. Dari sekian banyak buku yang dia tulis untuk kita baca tentunya ada buku utama, buku yang menjadi pegangan utamanya. Kalau kita temukan buku ini, ujian akan jauh lebih mudah karena semua soal diambil dari buku ini. Tapi ini terkadang belum cukup juga. Seringkali dosen yang bersangkutan tidak menuliskan buku yang jadi pegangannya supaya kelihatan pandai dan semua mahasiswa memperhatikan kuliahnya. Jadi cari teman, berusaha tukar informasi, tentang buku di sekitar bidang itu? Cari buku mana yang merupakan buku pegangan dosen tersebut.

Selain bisa juga ke perpustakaan, atau ke tukang bakso kalau di UI, karena di sana ada soal-soal tahun lalu. Pelajari soal-soal tahun lalu, cari benang merahnya. Pertanyaan apa yang menjadi topik favorit dari dosen yang bersangkutan. Soal apa yang terus berulang, ato dalam bentuk lain namun masih satu jenis topik. Pelajari topik itu baik-baik.

Bagi yang studi lanjut di luar negeri, bisa juga dengan cara membuat appointment dengan dosen dan mulai bertanya tentang subjek yang kita ambil. Di Indonesia cara ini kurang berhasil karena kamu dianggap mengganggu dosen yang lagi mengerjakan proyeknya untuk mengisi perut. Tentunya ada perkecualian.

Biasanya ketika kita ajukan pertanyaan, dan pertanyaan itu kurang penting, dosen akan menjawab, “Don’t bother about that….” Kemudian dosen tersebut akan melanjutkan dengan “The main thing is…” Nah, itu Hot Button-nya Catat dan gali tentang hal itu. Dijamin anda akan lulus semua ujiannya tanpa harus membaca setumpuk buku referensi.

Sekarang, ini pertanyaan yang agak lancang. Pernahkah anda menanyakan apa Hot Button-nya Tuhan. Alkitab begitu tebal. Kalau kita punya waktu, baik sekali untuk membacanya sampai habis. Bukankah ada bagian yang terpenting, yang terutama. Apa yang menjadi hot button-nya Yesus? Di mana kita bisa menjadi murid favoritnya, lulus setiap ujian dan kualifikasi-Nya dengan nilai memuaskan tanpa harus membaca seluruh alkitab? Menurut pendapat saya ada dua kejadian di mana kita bisa menemukan Hot Button-nya Tuhan Yesus. Pertama saat Yesus ditanya orang Farisi dan terdesak, di mana Dia tidak lagi berbicara menggunakan perumpamaan dan filosofi. Jesus bicara straight to the point. Orang Farisi bertanya apa hukum yang terutama dan Yesus menjawab tanpa tedeng aling-aling. Kedua kata-kata terakhirNya sebelum berpisah dan terangkat ke sorga. Itu saat di mana Dia mengatakan hal yang terpenting, memberikan Amanat AgungNya. Jadi, menurut saya, Hot Button-nya Tuhan ialah kasih, baik kepada Tuhan maupun sesama, dan penginjilan. Selama anda melakukan kedua hal ini maka anda akan menjadi murid favoritnya, lulus semua ujian dan kualifikasi dengan nilai yang sangat memuaskan tanpa harus membaca seluruh alkitab yang begitu tebal.

Comments