Episodic Journal

Iwan Njoto Sandjaja

Love

| Comments

Love makes the world turn around. Cinta membuat waktu 7 tahun seperti beberapa hari saja (Baca kisah Yakub di Kejadian 29:16-29 terutama ayat 20). Cinta membuat kita kuat berlari bermil-mil jauhnya dan tidak merasa lelah. Cinta memampukan kita melakukan tugas-tugas yang luar biasa yang tidak dapat dilakukan oleh orang kebanyakan. Cinta memberikan motivasi kuat, keinginan kuat, rasa pantang menyerah dalam hidup kita. Cinta membuat hidup kita lebih hidup (kaya iklan rokok aja). Cinta membuat seseorang berharap juga meski tidak ada dasar untuk berharap, Cinta membuat kita terjaga dimalam hari dengan penuh semangat mendoakan orang yang kita kasihi. Cinta membuat kita membaca seluruh Alkitab dalam satu bulan.

Cinta secara intuisi, mencari tahu kebutuhan orang yang kita cintai dan memenuhinya. Cinta memberikan harga diri, kepercayaan, rasa percaya diri yang tinggi. Cinta membuat kita mampu menerima seseorang apa adanya, penerimaan tanpa syarat. Cinta melenyapkan rasa takut, kekhawatiran dan kecemasan. Cinta merupakan salah satu dari tiga besar dalam kekristenan dan ia merupakan “The Number One” (I Kor 13:13). Why? Karena dalam cinta ada pengharapan dan iman (I Kor 13:7, percaya segala sesuatu dan mengharap segala sesuatu). Jika semua bentuk energi telah dieksplorasi oleh manusia sampai tuntas, dari energi konvensional sampai energi atom, maka kemungkinan besar orang akan kembali mengeksplorasi energi cinta yang yang tidak terbatas.

Cinta menimbulkan banyak inspirasi, ide kreatif dan kemungkinan baru. Kisah cinta membuat Hollywood kaya raya. Cinta adalah universal, menyentuh seluruh umat manusia dengan cara yang sama, tanpa kata-kata, baik tua dan muda. Orang membayar mahal demi melihat sebuah kisah cinta sejati. Saya pribadi akan memberikan apapun untuk mengalaminya. Dari kisah Putri Salju, Beauty and The Beast, Romeo and Juliet, Titanic, Sampek Eng Tai sampai kepada roman picisan American Sweetheart atau kisah cinta terpanas antara Daud dan Batsyeba (bayangin aja mana ada film hollywood yang kisah cintanya diawali pandangan mata pertama dimana Batsyeba dalam keadaan telanjang). Setiap orang merasa bahwa kisah asmara dirinya adalah yang terbaik, namun anehnya setiap orang juga merasa bahwa kisah perkawinan dirinya adalah yang terjelek.

Manusia berbeda dengan hewan juga berbeda dengan malaikat. Binatang hanya diciptakan dengan nafsu dan naluri. Malaikat diciptakan hanya dengan cinta tanpa nafsu. Manusia mempunyai keduanya. Namun bila digunakan secara salah manusia dapat menjadi lebih jahat binatang ataupun menjadi malaikat (palsu). Kedua ekstrem ini sama berbahayanya karena kedua ekstrem ini menyalahi kodratnya sebagai manusia. Daripada memakai penjelasan yang rumit saya cenderung menggunakan penjelasan yang sederhana mengenai hal ini. Coba kita lihat susunan organ tubuh kita. Bukankah pinggang ada dibawah perut, perut ada dibawah kepala. Pinggang merupakan tempat organ seks kita yang melambangkan nafsu kita, sedangkan perut merupakan tempat hati kita yang melambangkan perasaan kita, terakhir kepala merupakan tempat dari otak kita yang melambangkan rasio dan akal kita. Jadi secara sederhana nafsu harus tunduk kepada perasaan, sama seperti nafsu tunduk kepada perasaan demikian juga perasaan harus tunduk kepada rasio dan akal kita.

Urutan ini tidak bisa dibalik, sama seperti kepala tidak dapat ditukar dengan pinggang. Ketika nafsu menguasai perasaan dan pikiran maka manusia bisa menjadi lebih jahat dan jahanam dari binatang. Ketika perasaan menguasai pikiran maka timbul apa yang sering kali orang bilang, cinta buta. Kalau sudah cinta, tai kucing rasa coklat. Hollywood seringkali salah mengartikan hal ini dan membuat kisah cinta menjadi begitu murahan. Perasaan harus tunduk terhadap rasio dan akal kita. Cinta adalah keputusan dan komitmen. Cinta (kata bendanya –perasaannya) merupakan hasil dari cinta (kata kerjanya- mencintai). Bagi kita orang Kristen kriteria ini masih ditambah satu hal lagi rasio harus tunduk kepada Firman Allah. Terus terang hal ini sangat sulit untuk dilakukan tapi tentu saja tidak mustahil untuk dilakukan. Keep doing the best and prepare for the worst.

Comments